Eka Surya Online

Haloanaerobium Sp Isolat Lokal

Posted on: 14 November 2009

Latar Belakang

Plastik merupakan alat pembungkus yang populer di dunia saat ini. Kepopuleran plastik sebagai bahan pembungkus, disebabkan plastik memiliki sifat-sifat unggul dibandingkan dengan pembungkus lain seperti kertas dan daun pisang. Keunggulan sifat itu antara lain :  (1) tidak mengganggu struktur makanan yang dibungkus;(2) ringan dan tipis; (3) tahan panas dan (4) tidak mudah terurai oleh mikroorganisme, sehingga tahan lama. (Cowd, 1991:54) Sukarnya plastik terurai oleh mikroorganisme disebabkan  struktur polimer plastik sangat kompak. Salah satu jenis plastik yang terbanyak dipergunakan adalah  Poly Vinil Chlorida  (PVC), karena memiliki karakteristik di atas.

Disamping  memiliki keunggulan, plastik PVC juga menimbulkan masalah yang sangat serius bagi penduduk bumi maupun bumi itu sendiri dalam bentuk pencemaran lingkungan, karena jangka tahun penguraiannya sangat lambat, yaitu 500-1000 tahun. (Cowd, 1991:56). Selama ini usaha untuk menanggulangi pencemaran lingkungan oleh sampah plastik PVC tersebut, telah dilaksanakan melalui program 2R, yaitu Re-use dan Recycle. (Rukaesih, 2004:139-141). Re-use adalah program pemakaian kembali plastik yang sudah berbentuk, seperti bahan-bahan plastik untuk souvenir serta botol-botol plastik yang telah kosong  diisi kembali. Recycle adalah tindakan mendaur ulang plastik yang tidak digunakan lagi menjadi material lain seperti bahan baku tekstil dan keset. Namun, kedua upaya di atas kurang mendapat sambutan dari masyarakat, karena (1) kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kebersihan lingkungan cukup rendah; (2) mereka tidak ingin repot untuk memilah-milah plastik dengan sampah organik lain untuk di daur ulang; (3) gengsi untuk menggunakan kembali barang bekas pakai yang telah diperbaharui faedahnya.

Strategi lain yang diterapkan para ahli untuk mengurangi laju perusakan lingkungan oleh sampah plastik (utamanya PVC) antara lain (1) pembuatan plastik yang biodegradable, seperti:  poly(3-hydroxybutyrate) / PHB (LenZ, 2005), poliblend Linear Low Density Polyethylene (LLDPE) (Sumari, 1996), polyglycolic acid (Flieger, 2003), polylactic acid (Kantorova, 2003), polycaprolactone (Prell, 2003), polyvinyl alcohol (Rezanka, 2003), polimer hydroxy-acyl-CoA (Luengo, 2003), aliphatic polyester and polyester polyurethane (Zheng, 2005); (2) kemudian Plastic Biodegradation (Hameed, 2008).

Strategi-strategi ini, kecuali strategi plastic biodegradation tidak populer, sebab (1) presisinya rendah; (2) peralatan yang digunakan sangat mahal; (3) membutuhkan pretreatment (perlakuan awal) dan derivatisasi monomer yang relatif besar; (4) hanya mengkonsentrasikan pembuatan plastik yang biodegradable, sedangkan saat ini jumlah sampah plastik yang terhasilkan semakin banyak (utamanya PVC); (5) dibutuhkan waktu yang lama untuk mensintesis plastik yang biodegradable, sebab kebanyakan plastik yang disebut di atas monomernya disintesis dari tubuh bakteri tertentu, (6) karena biaya untuk memproduksi plastik biodegradabel besar, implikasinya tentu saja harga jualnya tinggi, sehingga tidak terjangkau oleh masyarakat kecil, (7) kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah bagaimanakah cara untuk mendegradasi sampah plastik , sebab sampah ini telah mengancam keseimbangan ekosistem di dunia (Sheftel, 2000).

Beranjak dari permasalahan diatas, maka perlu diadakan penelitian tentang penggunaan berbagai mikroorganisme untuk mendegradasi plastik PVC, salah satunya adalah mikroorganisme yang telah teradaptasi dengan adanya ion klorida (Cl) terlarut di habitatnya. Mikroorganisme ini disebut dengan mikroorganisme halofilik. Hal ini disebabkan pada plastik PVC, komponen utama pembentuknya mengandung klor, sehingga analoginya mikroorganisme halofilik ini mampu untuk menguraikan klor yang terikat dalam polimer PVC. Alasan pemanfaatan mikroorganisme halofilik untuk mendegradasi sampah plastik PVC antara lain (1) cukup mudah diperoleh, karena mayoritas bakteri ini hidup di lingkungan perairan bergaram, apalagi wilayah Indonesia sebagian besar berupa lautan;(2) yang dapat menguraikan klor yang terkandung dalam PVC ialah sesuatu yang memang mampu melepas ikatan antara klor dengan gugus vinil dalam PVC, yang tidak lain mikroorganisme halofilik karena di habitat aslinya hidup dengan beradaptasi di habitat bersalinitas tinggi; (3) dapat dikembangbiakkan di laboratorium dengan media perkembangbiakan yang sesuai, sehingga uji coba pendegradasian sampah plastik PVC oleh mikroorganisme ini dapat dilaksanakan. (Komunikasi pribadi dengan DR. I Nyoman Tika, M.Si).

Secara umum, mikroorganisme halofilik berkembang biak pada habitatnya dengan karakteristik (1) rentangan pH 8,0-8,5 ; (2) suhu optimum untuk pertumbuhannya adalah 32-36oC ; (3) ion klorida (Cl) yang terlarut sebesar 29,6 gl-1.  (kondisi ini merupakan data yang penulis catat dari Pantai Penimbangan Singaraja). Saat ini, telah terdapat Isolat bakteri Haloanaerobium sp di Laboratorium Kimia Organik Undiksha (tidak dipublikasikan).

Isolasi mikroorganisme halofilik Haloanaerobium sp. yang berasal dari Pantai Penimbangan Singaraja sebagai suatu preparat awal biodegradator sampah plastik PVC yang dilanjutkan dengan pengujian laju degradasi plastik PVC oleh biodegradator ini akan penulis laksanakan. Pengujian ini akan dilaksanakan dalam tiga variasi media, yaitu dalam media yang pH, suhu dan jumlah mikroorganismenya (OD) yang bervariasi.

Contact Person : Dr. I Nyoman Tika, M. Si (Ketua Jurusan Pendidikan Kimia, Universitas Pendidikan Ganesha selaku pembimbing)

Putu Septian Eka Adhista Putra (Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia, Universitas Pendidikan Ganesha selaku penulis, No Hp. 081915638325)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: