Eka Surya Online

Kita Harus Berubah

Posted on: 25 Juli 2008

Ketua IPCC : Perubahan Gaya Hidup Dapat Mengerem Perubahan Iklim

15 Januari 2008

Paris (AFP) -”kurangi makan daging, kendarai sepeda gayung dan jadilah konsumen yang hemat.” Itulah bagaimana kita dapat membantu mengerem pemanasan global, itulah yang dikatakan Rajendra Pachauri, ketua dari panel perubahan iklim PBB yang juga pemenang hadiah Nobel. Laporan tahun 2007 yang dirilis oleh Intergovernmental Panel of Climate Change (IPCC) lebih menyoroti masalah “pentingnya mengubah pola hidup”, kata Rajendra Pachauri dalam sebuah konferensi pers di Paris. “Ini adalah sesuatu yang takut untuk diucapkan oleh IPCC beberapa waktu lalu, tetapi kini sudah saatnya kami harus mengatakannya.” Kurangilah konsumsi daging karena daging benar-benar komoditas penghasil karbon yang signifikan’, katanya, menambahkan pernyataan sebelumnya bahwa konsumsi daging dalam jumlah besar juga buruk bagi kesehatan.

Penelitian telah menunjukan bahwa konsumsi daging seberat 1 kg akan menghasilkan 36,4 kg emisi karbon dioksida. Sebagai tambahan, pemeliharaan dan transportasi yang digunakan untuk menghasilkan sepotong daging sapi, kambing atau babi tersebut membutuhkan energi dalam jumlah yang sama untuk menyalakan sebuah lampu 100 watt selama tiga minggu. Sambil menyebutkan hal-hal yang biasa dilakukan perorangan untuk melawan pemanasan global, Rajendra memuji sistem komunal dan akses sepeda berlangganan di Paris dan kota-kota lain di Perancis sebagai “PERKEMBANGAN YANG SANGAT HEBAT.” “Daripada mengendarai mobil hanya untuk menempuh jarak 500 meter, kita dapat menggunakan sepeda atau berjalan kaki dan itu akan menghasilkan perbedaan yang sangat besar”, katanya kepada para jurnalis yang hadir dalam konferensi pers tersebut.

Perubahan pola hidup lain yang dapat berkontribusi dalam perlawanan terhadap pemanasan global adalah dengan tidak membeli barang “hanya karena mereka tersedia.” Dia meminta agar konsumen membeli hanya barang-barang yang benar-benar sangat dibutuhkan. Sejak penganugerahan Nobel kepada IPCC dan mantan wakil presiden Amerika Serikat, Al Gore, pada Oktober 2007 lalu, Rajendra telah berkeliling dunia untuk memperingatkan bahaya pemanasan global pada dunia. “Saat ini gambarannya masih suram, namun apabila umat manusia tidak segera melakukan sesuatu, maka perubahan iklim akan memberikan dampak yang sangat serius.” dia member peringatan. Di saat yang sama, dia mengatakan bahwa ia terdorong dari hasil UNFCCC yang diadakan di Bali lalu, juga oleh prospek dari system administrasi yang baru di Washington (Pemilu di USA yang akan berlangsung-red.) “Pernyataan yang terakhir jelas menyebutkan untuk memotong emisi gas rumah kaca besar-besaran, saya piker orang tidak dapat lari dari terminology tersebut.” katanya.

Pertemuan di Bali telah menciptakan kerangka untuk perjanjian global tentang bagaimana kita harus menekan emisi gas karbon dioksida dan gas-gas lainnya yang terbentuk akibat dari aktifitas manusia, yang akhirnya akan mendorong perubahan iklim. Rajendra juga merasa optimis dengan melihat fakta bahwa inilah pertama kalinya sejak negara-negara di dunia melakukan pertemuan tentang pemanasan global di tahun 1994,”kali ini tidak ada lagi yang mempertanyakan hasil dan fakta yang ditemukan IPCC. Ilmu pengetahuan telah menjadi basis dari tindakan-tindakan yang harus diambil untuk mencegah perubahan iklim.” katanya.

Pada tahun 2007, IPCC telah mengeluarkan laporan seukuran tiga buah buku telepon realitas dan resiko dari perubahan iklim , itu adalah penelitian ke-4 dalam waktu kurun 18 tahun. Rajendra mengatakan bahwa sesungguhnya terlambat bagi Washington untuk meratifikasi Protokol Kyoto, perjanjian internasional telah mengamanatkan pemotongan emisi karbon dioksida. Amerika Serikat adalah satu-satunya negara industry yang tidak mau mebuat komitmen seperti itu. Tetapi dia masih menaruh harapan bagi Amerika Serikat–di bawah administrasi yang baru—nantinya Amerika Serikat dapat menjadi peserta inti penandatanganan perjanjian-perjanjian berikutnya. “Dengan pergantian politik yang akan terjadi di Amerika Serikat, harapan untuk terjadinya hal tersebut pasti akan lebih besar disbanding kasus yang terjadi beberapa bulan lalu.” tambahnya. Di umur 67 tahun, Rajendra mengatakan bahwa ia belum memutuskan apakah ia akan mengambil untuk kedua kalinya mandat sebagai ketua IPCC. Pemilihannya akan diadakan bulan September 2008. Di kesempatan lain, ia berkata, pengalaman yang yang ia miliki selama ini akan memberinya kesempatan lebih besar untuk terpilih kembali. Tetapi kelebihan dari pensiun , dikatakannya sambil tersenyum, adalah – emisi karbon dioksida yang dihasilkannya dari segala perjalanan dinasnya – akan berkurang drastis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: