Eka Surya Online

Mencairnya Methane Hydrates : Akhir dari Kehidupan di Bumi ?

Posted on: 18 Juli 2008

Mencairnya Methane Hydrates : Akhir dari Kehidupan di Bumi ?

Ada suatu berita buruk lagi, pemanasan global yang selama ini kita khawatirkan juga membawa suatu potensi bencana besar lainnya selain mencairnya es-es di kutub yaitu mencairnya Methane Hydrates. Methane Hydrates merupakan gas metana beku yang tersimpan dalam bentuk es. Jumlahnya sangat mengejutkan yaitu sebanyak 3.000 kali dari metana yang ada di atmosfer Bumi saat ini. Planet Bumi menyimpan metana beku dalam jumlah yang sangat besar dimana gas metana yang tersimpan ini disebut Methane Hydrates atau Methane Clathares. Methane Hydrates banyak ditemukan di Kutub Utara dan Kutub Selatan, dimana suhu permukaan air kurang dari 00 Celcius, atau dasar laut pada kedalaman lebih dari 300 meter, dimana temperatur air ada di kisaran 20 Celcius. Methane Hydrates juga dapat ditemukan di danau-danau dalam seperti danau Baikal yang terletak di Siberia.

Metana adalah gas emisi rumah kaca yang 23 kali lebih ganas dari karbondioksida (CO2), yang berarti gas ini kontributor yang sangat buruk bagi pemanasan global yang sedang berlangsung. Berita buruknya adalah pemanasan global membuat suhu es di Kutub Utara dan Selatan semakin panas, sehingga metana beku yang tersimpan dalam lapisan es di kedua kutub tersebut juga ikut terlepaskan ke atmosfer. Para ilmuwan memperkirakan bahwa Antartika menyimpan kurang lebih 400 miliar ton metana beku (Methane Hydrates), dan gas ini dilepaskan sedikit demi sedikit ke atmosfer seiring dengan semakin banyaknya bagian-bagian es di Antartika yang runtuh. Kita dapat membayangkan betapa mengerikannya keadaan ini. Bila Antartika kehilangan seluruh lapisan esnya, maka 400 miliar ton metana tersebut akan terlepas ke atmosfer ! Ini belum termasuk metana beku yang tersimpan di dasar laut yang juga terancam mencair karena makin panasnya suhu lautan akibat pemanasan global.

Sekali terpicu, siklus ini akan menghasilkan pemanasan global yang sangat parah sehingga mungkin dapat disetarakan dengan kiamat ! Apakah fenomena ini hanya dibuat-buat atau hanya merupakan fantasi gila yang aktifis lingkungan hidup dan ilmuwan-ilmuan paranoid lakukan !? Sayangnya jawabannya adalah TIDAK . Bukti-bukti Geologi yang kuat menyatakan sedikitnya sudah dua kali planet Bumi kita ini mengalami kejadian menakutkan ini.

Para ahli Geologi menemukan bahwa malapetaka besar ini pernah terjadi kurang lebih 55 juta tahun yang lalu yang disebut para ahli sebagai Paleocene-Eocene Thermal Maximum (PETM). Saat itu semburan metana naik ke permukaan sehingga mengakibatkan pemanasan planet dengan sangat cepat dan menyebabkan kematian massal, kemudian mengganggu keadaan iklim Bumi hingga 100.000 tahun silam. Lebih dari 94 % spesies laut yang sekarang kita jumpai sebagai fosil mengalami kepunahan mendadak karena turunnya level oksigen. Lebih dari 500.000 tahun kemudian, beberapa spesies yang tersisa berjuang untuk bertahan di lingkungan yang tidak bersahabat tersebut.

Lalu bagaimana dengan keadaan kita sekarang ? Dengan deposit metana beku yang luar biasa banyak, dengan makin luasnya wilayah es abadi di kutub yang mencair, dengan makin panasnya suhu lautan, dan dengan ditemukannya beberapa titik dimana metana beku mulai menyembur ke atmosfer. Maka kita sangat patut untuk khawatir !

Sudah saatnya bagi kita untuk turut andil dalam usaha menghentikan pemanasan global yang terus terjadi. Sudah dibuktikan bahwa kita manusialah penyebab/contributor utama pemanasan global yang dialami planet kita. Marilah kita semua bertindak ! Jangan sampai kita mengalami sejarah geologi yang kelam yang pernah dialami planet kita ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: